Parade Granit Beralaskan Laut di Alif Stone Park

Alifstone Park
Alifstone Park

 

Bebatuan aneh seketika muncul di depan mata. Perasaan takjub menggetarkan diri saat masuk ke kawasan AlifStone Park. Lokasi yang dibumbui onggokan batu raksasa dengan jernihnya samudera. Sebelum masuk lokasi ini, pastinya kita bertemu jalan setapak dengan sela-sela granit besar yang berdiri sedikit sombong dengan alam.

Sebuah labirin mini yang terbentuk dari gugusan batu itu akan kita lewati. Tapi tak perlu khawatir, di sana tak ada jebakan. Tidak juga membuat kita tersesat. Pemandangannya seperti di dalam celah-celah goa dengan lebar sekitar 1 meter. Berjalan sejauh 10 meter kita akan menjumpai pintu kayu sederhana. Pintu itu gerbang masuk kawasan ini

Nah, saat akan memasuki kawasan AlifStone, rumah pondok Both Sudargo akan lebih dahulu kita lewati. Both merupakan penggagas kawasan tersebut. Pria ini tengah menggarap semua fasilitas yang bakal dibangun di kawasan AlifStone. “Masih banyak yang harus dilengkapi, kami secara bertahap akan membangunnya,” ungkap Both..

Polesan Both, patut diapresiasi. Kawasan yang dulunya hanya ditumbuhi semak belukar itu pun kini menjadi lokasi wisata yang tertata rapi. Beberapa konsep taman di sisi darat AlifStone mulai dipoles. Banyak masyarakat yang datang menikmatinya tiap liburan.

Untuk sekarang, area tersebut masih menjadi lokasi yang free untuk dikunjungi. Belum ada tarif khusus. Both pun senang warga mulai mengetahui lokasi itu. Setidaknya kumpulan batu-batu misterius itu mulai terungkap pesonanya oleh manusia.

Batu-batu besar yang membuat orang terperangah. Di bawahnya beralaskan air laut yang sangat jernih. Refleksi sinar matahari memesona mata dengan kilauannya. Mungkin saat itu akan  ada yang takjub, lalu memuji kebesaran tuhan. Mungkin juga hanya terlena sekaligus terpaku dengan parade benda mati diatas lembutnya permukaan laut. Selera untuk menceburkan diri ke air menggebu dibuatnya

Dari batu ke batu dibuat titian kayu. Pengunjung bisa berjalan mengelilingi kawasan ini berpindah dari satu batu ke batu lainnya. Di atas batu ini juga sudah dibangun beberapa tempat duduk santai hingga tangga yang memudahkan kita berjalan di atasnya.

“Berenang bisa saja, silahkan. Di sini masih banyak yang akan dilengkapi. Tapi sudah ada peralatan snorkeling yang bisa disewa,” ujar salah seorang petugas.

Konsep yang dipakai Both adalah Homestay Back to Nature. Terkadang kita bisa berjumpa ikan-ikan seperti di film Finding Nemo, ataupun kepiting-kepiting kecil yang merangkak di atas bebatuan ini.

Alifstone park hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Ranai. Lokasinya berada di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. Hanya butuh perjalanan sekitar 15 menit ke lokasi ini dengan akses yang bagus. “Kedepan kami sudah ada rencana membuat homestay dan penginapan, tapi ini baru tahap awal. Kita kerjakan bertahap dulu,” sebut Both.

 

Dulunya Hampir Ditinggalkan

IMG-20130917-03367

Berawal dari ketertarikannya dengan pesona alam di Tanjung Sulai, Desa Sepempang, Both Sudargo dulunya menyiapkan dana untuk mebebaskan lahan seluas 2 hektare di kawasan yang memiliki bebatuan besar nan unik ini.

Dulu banyak yang mengincar batu-batu granit besar itu untuk dipecah menjadi bahan bangunan. Untungnya Both segera mengambil alih area ini untuk digarap menjadi lokasi wisata.

Ny. Sudargo, istri Both mengaku sayang jika potensi alam ini hilang begitu saja. “Kan sayang juga, jika batu-batu ini hilang diambil untuk jadi bahan bangunan. Untungnya bapak langsung mengambil inisiatif untuk memebebaskan lokasi di sini. Kita kumpulin duit, ternyata berhasil. Yah jadilah seperti ini, kami lihat potensinya sangat besar,” ujarnya saat dijumpai di lokasi.

AlifStonePark atau dalam bahasa Indonesia, Taman Batu Alif punya sejarah sendiri. Both dulunya seorang arsitek yang kebetulan merancang Mesjid Agung Natuna pada tahun 2007. Selama pembangunan masjid itu lah ia menemukan tempat yang hampir ditinggalkan di Desa Sepempang  ini, sekitar 3 kilometer jauhnya dari situs konstruksi masjid yang dikerjakannya.

Ilmuwan lokal bahkan menyimpulkan, bahwa hampir semua batu di AlifStonePark dikategorikan sebagai Kelas A Granit . Setiap batu tunggal selalu memiliki bentuk sendiri berupa tekstur dan ciri khas alami . Di lokasi itu, ayah dari empat anak ini menemukan satu batu yang unik di antara yang lainnya.

Batu itu berdiri ekslusif tidak menyentuh tanah dengan dukungan dari yang lain 11 batu-batu besar di bawahnya . Bagian atas batu berbentuk seperti telur kurus dengan ketinggian sekitar 9 meter.  Ia menyebutnya Huruf Alif, (huruf pertama dalam Alphabet Arab) . Jadilah kawasan ini diberi nama, AlifStone Park

AlifStonePark berada sekitar 2 kilometer di garis pantai yang menghadap Laut Cina Selatan . Dikelilingi lautan dangkal dengan kedalaman sekitar 60-80 cm .

 

Tulang Ikan Paus di Rumah Both

IMG-20130917-03334

Both Sudargo kini tengah fokus dengan pengembangan AlifStone Park. Ia membangun rumah pelantar yang sudah ada awalnya di lokasi itu. Ia kemudian mulai mengembangkan bangunan rumahnya tanpa harus merusak atau meindahkan batu yang ada. Konsep natural yang mengikuti irama alam.

Ny. Sudargo, istri Both mengaku menimati tinggal di area ini. Walau terkadang mereka harus kembali ke rumah mereka di kota metropolitan Jakarta. “Anak saya banyak punya teman, kadang mereka mengundang teman-teman warga negara asing untuk diving dan snorkeling ke area pulau Senoa, yang hanya beberapa kilometer dari lokasi ini,” sebutnya

“Saya senang tinggal di sini, seru. Kalau air laut lagi pasang terasa banget hentakan ombak di lantai kayu rumah ini. Apalagi kalau ngelihat ibu-ibu PKK kecebur ke laut gara-gara maksa pake sepatu highheels  lewat titian kayu. Lucu aja ngeliatnya. Air lautnya nggak dalam , jadi seperti hiburan aja. Banyak ikan-ikan yang bentuknya langka keliatan. Pokoknya kalau di sini bisa ngilangin stress lah,” ujarnya sambil tersenyum.

Di rumah kayu itu juga ada tersimpan rangkaian tulang ikan paus sepanjang 6 meter. Dulunya ikan tersebut terdampar di pesisir pantai Bunguran Timur Laut. Keluarga ini kemudian meminta warga mengumpulkan semua tulang belulang paus tersebut dan merangkainya dengan beberapa konstruksi kayu untuk mengkokohkan bentuk fosil hewan raksasa ini. “ini aksesoris aja, bisa dilihat-lihat warga yang berkunjung. Kan unik juga,” sebutnya.

Advertisements

One thought on “Parade Granit Beralaskan Laut di Alif Stone Park

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s